Membesarkan anak untuk suka membaca adalah salah satu hal luar biasa yang perlu dilakukan orang tua untuk anak-anaknya. Ada banyak manfaat membaca dengan anak-anak dan telah terbukti berulang kali bahwa anak-anak yang suka membaca lebih baik secara akademis daripada mereka yang hanya membaca ketika perlu.
Tetapi, bagaimana cara mengajarkan anak untuk gemar membaca?
Bagaimana membuat si anak ingin membaca, dengan kemauannya sendiri, dan bukan hanya karena mereka diminta harus membaca?
Berikut adalah cara yang bisa dipraktekkan untuk menanamkan kecintaan membaca sejak dini hingga sang anak tumbuh dewasa.
Baca keras-keras (reading aloud) untuk anak sejak lahir
Sejak awal lahir, bacakan dengan keras kepada anak. Bayi mengerti lebih dari yang kita pikirkan, dan meskipun mereka tidak bisa merespons, mereka akan mengambil semua yang mereka dengar. Tahun-tahun pertama kehidupan adalah yang paling penting bagi perkembangan bahasa, dan semakin banyak kata yang didengar anak semakin baik. Jadi, mulailah membacakan buku kekpada anak sejak dini untuk mendapatkan manfaat dari membaca.
Bacakan buku kepada anak sebelum ia tidur setiap malam
Membaca dongeng pengantar tidur setiap malam perlu dilakukan secara rutin kepada anak. Apabila ini bisa dilakukan secara rutin, ini akan sangat baik untuk membantu anak belajar apa yang diharapkan. Membacakan cerita kepada anak sebelum tidur juga dapat menenangkan pikiran, serta membantu memperkuat ikatan (bonding) antara orangtua dengan anak. Saat aktivitas ini rutin dilakukan saat anak masih kecil, maka hal ini akan menjadi kebiasaan yang baik saat anak dewasa. Ia akan terbiasa untuk membaca buku sebelum tidur.
Baca DENGAN anak bukan hanya baca UNTUK diri sendiri
Saat membacakan buku kepada anak-anak, bacalah dengan ritme yang pelan yang bisa diikuti oleh anak. Ini penting agar anak dapat memahami cerita atau isi bacaannya. Perlu juga luangkan waktu untuk mebahas apa yang ada di setiap halaman secara bersama-sama, bisa tentang isi cerita, watak tokoh dalam cerita, atau mungkin menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Jagan membaca terlalu cepat karena hal ini hanya membaca untuk diri sendiri tanpa bisa diikuti ataupun dimerti oleh sang anak. Mengajari anak untuk memahami apa yang sedang dibaca sama pentingnya dengan membaca untuk diri sendiri.
![]() |
| Ilustrasi: www.cantiktempo.co |
Biarkan mereka melewati halaman
Ya, inilah yang banyak tidak dilakukan orangtua saat menemani anak membaca, “eh, nak, yang urut donk… ini dulu dibaca baru nanti buka halaman selanjutnya.” Seperti itulah yang kira-kira sang ayah atau bunda ucapkan. Memang, itu bisa membuat frustasi ketika orangtua membaca buku untuk anaknya dan yang mereka ingin lakukan hanyalah membalik halaman. Sehingga, orang tua akan melarang anak untuk membuka-buka halaman sebelum halaman yang sedang dibaca diselesaikan. Taukah, moms? Ternyata dengan terus-menerus menghentikan mereka dari membalik halaman dan memaksa mereka untuk melihat halaman yang tidak mereka inginkan, itu hanya akan menciptakan masalah dan mereka mungkin tidak ingin melanjutkan membaca sama sekali. Lama-kelamaan mereka akan menolak untuk diajak membaca.
Solusinya, ceritakan lebih dalam tentang apa yang ada di setiap halaman. Itu dapat membantu mereka tetap di satu halaman lebih lama, tetapi secara umum jika mereka ingin melewati halaman, biarkan saja. Selain itu, bacalah buku dari ingatan, maksudnya, biarkan anak membalik halaman namun tetap lanjutkan ceritanya sesuai apa yang telah orangtua ingat dari isi buku tersebut, namun apabila belum tahu kelanjutannya orangtua bisa mengarang dengan kata-kata sendiri. Orangtua ataupun pengasuh bisa juga membacakan buku lain dengan keras di samping anak-anak sambil mereka melihat gambar-gambar dari buku yang sedang mereka pegang. Yang tidak kalah penting, pastikan juga timingnya ya, moms. Carilah waktu yang benar-benar tepat, sehingga masing-masing akan rilex dan menikmati waktu membaca.
Simpan atau koleksi berbagai buku di rumah Anda
Memiliki perpustakaan pribadi di rumah penting untuk semua anak dan orangtua. Tidak harus besar atau dengan koleksi buku yang sangat banyak seperti halnya di perpustakaan, tetapi bisa juga dengan ukuran minimalis di area-area yang mudah dijangkau atau pun satu ruangan khusus seukuran kamar. Orangtua juga bisa memandaaftkan pojok-pojok ruangan untuk menyimpan buku di rak atau kotak yang sewaktu-waktu bisa dilihat dan diambil anak-anak. Sehingga, ada buku-buku di depan mata anak-anak dan bisa mereka baca saat mereka mau.
Biarkan anak-anak membaca apa yang ingin mereka baca
Anak-anak akan lebih sering dan senang membaca jika mereka menikmati apa yang mereka baca, jadi biarkan mereka memilih. Jika mereka disodori buku cerita dan mereka menolak, tetapi memilih mengambil dan mambaca majalah, maka biarkan saja. Yang terpenting selalu pastikan yang mereka baca adalah buku ataupun informasi-informasi yang positif.



0 Komentar