Cara Cepat Membuat si Anak Say Goodbye dari Botol Susunya
Banyak orang tua yang dibikin pusing untuk menyapih anak dengan botol susunya. Bahkan, banyak yang merasa menyapih anak dari botol susu lebih sulit dari pada menyapih anak dari payudara ibunya saat si anak dirasa sudah lulus ASI Eksklusif.
Harus ada tekad yang kuat dari sang ibu, dan harus ada kerjasama yang baik dengan sang ayah dan anggota keluarga lainnya agar si anak benar-benar bisa terlepas dari botol susu kesayangannya. Banyak orang tua yang merasa tidak tega karena si anak rewel atau menangis dan muncul juga kekhawatiran si anak tidak mau minum susu lagi. Meskipun begitu, menyapih anak dari botol susu itu adalah keharusan agar si anak tidak ketergantungan dengan botolnya sampai ia tumbuh semakin besar. Bahkan, sebagian besar dokter anak merekomendasikan agar orang tua mulai menyapih anak mereka dari botolnya sejak anak usia 12 bulan karena sejumlah alasan. Dua yang utama adalah:
Minum susu dengan botol dalam waktu lama dapat merusak gigi bayi
Banyak balita yang cenderung minum susu dengan membawa botol mereka kemana-mana, minum saat bepergian, jalan-jalan bahkan bermain. Berbeda dengan bayi yang minum susu dengan botolnya dalam dekapan orang tua, atau pengawasan full orang tua atau pengasuhnya. Jadi ketika susu habis atau botolnya diambil sesu menyusui selesai. Yang perlu diketahui, menurut Art Nowak, MD, seorang profesor di Departemen Kedokteran Gigi Anak dan Pediatri di Universitas Lowa, selain larutan air dalam botol itu mengandung larutan asam yang membasuh gigi hingga mengendap dan menyebabkan gigi berlubang,.
Anak yang minum susu dengan botol akan mengonsumsi lebih banyak susu daripada anak yang minum susu tanpa botol.
Menurut Suzanne Corrigan, MD, seorang dokter anak di Irving, anak akan menghabiskan 32 ons sehari saat ia minum susu menggunakan botol. Padahal, sebenarnya balita hanya memerlukan dua hingga tiga porsi susu sehari (kurang lebih 16-24 ons susu). Meskipun susu penting dan sehat untuk tubuh, anak-anak yang terlalu banyak minum susu akan malas untuk makan makanan padat yang cukup sehingga mereka bisa kehilangan nutrisi penting bagi tubuh seperti zat besi.
Ketika anak-anak berusia satu tahun, mereka memiliki keterampilan motorik untuk duduk, memegang gelas, dan minum darinya, sehingga sebenarnya mereka tidak lagi membutuhkan botol untuk minum susu. Tetapi, apabila si anak sudah terlanjur jatuh cinta dengan botolnya dan sulit disapih, jangan putus asa. Ada beberapa tips cepat untuk menyapih anak dari botol susunya.
![]() | |
| Ilustrasi: www.hellosehat.com |
Menyapih Sebelum Ketergantungan
Pada saat bayi berusia antara 9 dan 12 bulan, mereka akan siap untuk beralih dari botol ke cangkir atau gelas. Pada usia ini, mereka lebih tertarik pada apa yang terjadi di sekitar mereka daripada mengisap payudara atau botol. Berikut beberapa tips menyapih botol sedini mungkin:
1.
|
Mulai anak berusia 6 bulan, biarkan mereka seskali minum dari cangkirnya. Menurut Corrigan, saat si anak minum tanpa botol, ia sudah terbiasa dengan cangkirnya itu.
|
2.
|
Jangan selalu menawarkan jus dalam cangkir dan susu dalam botol. Kalau tidak, anak mungkin menolak untuk minum susu dari cangkir.
|
3.
|
Jika sang ibu menyusui anaknya secara eksklusif, 9-12 bulan bahkan 2 tahun dan ketika si anak sedang ditinggal pergi oleh ibunya, jangan berikan susu dalam botol melainkan dalam cangkirnya. Pada usia ini, bayi memiliki koordinasi yang diperlukan untuk minum dari cangkir.
|
Menyapih Secara Bertahap
Cara ini paling cocok untuk balita. Coba moms lakukan ini:
1.
|
Selama sekitar sebulan kurangi botol yang moms berikan, satu per satu, dan ganti dengan cangkir susu atau makanan ringan
|
2.
|
Tambahkan air dalam botol susu yang moms berikan, tetapi beri anak susu murni dalam cangkir agar si anak membandingkan rasanya
|
3.
|
Kurangi meminum susu dengan botol yang kira-kira tidak terlalu penting terlebih dahulu (biasanya yang tengah hari).
|
Selama transisi ini, galilah ide-ide untuk memudahkan proses penyapihan, seperti:
Biarkan si anak memilih cangkir baru yang dia sukai atau hiasi yang sudah ada sehingga si anak akan senang dan semangat saat minum susu.
| |
Coba gunakan sedotan lucu yang bisa membuat cangkir lebih menarik.
|
Jika moms menyapih anak yang berusia 12 hingga 15 bulan secara bertahap, kemungkinan akan lebih susah karena biasanya sang anak sudah punya kemauan kuat terhadap sesuatu. Tapi nggak apa-apa moms, tetap semangat demi sang buah hati!
Sangat ketergantungan dengan Botol/ dotnya
Untuk anak yang sudah sangat melekat atau ketergantungan pada botolnya sebagai suatu benda yang nyaman dan yang ia sukai, pendekatan atau cara menyapih secara bertahap mungkin terlalu sulit atau lama dilakukan. Menyapih yang mendadak bisa membuat si anak jengkel atau rewel bahkan mebuatnya shock. Berikut adalah beberapa tips untuk mempermudah proses penyapihannya:
1.
|
Buatlah anak-anak terbiasa dengan masukan atau nasehat untuk minum tanpa botol sebelum si anak benar-benar disapih. Sekitar seminggu sebelumnya. Katakan padanya bahwa sekarang dia sudah besar, sudah waktunya untuk minum susu tanpa botol atau dot. Kalau perlu, tunjukkanlah foto-foto yang bisa anda cari di internet; foto anak seusianya minum susu menggunakan cangkir atau gelas, dan tunjukkan foto anak bayi yang minum susu menggunakan botol sambil beritahu si anak kalau untuk seusianya kalau minum susu menggunakan gelas atau cangkir dan botol untuk anak bayi. Kalau perlu, carilah foto-foto binatang yang minum susu menggunakan dot/ botol. Ceritakanlah apabila si anak masih minum susu menggunakan botol berarti teman binatang itu, dan ini cukup manjur untuk bisa menghipnotis sejumlah anak.
|
2.
|
Ingatkan dia setiap hari bahwa dia tidak akan punya botol lagi, botolnya sudah lama dan sebentar lagi pecah/ rusak sehingga tidak bisa dipakai lagi atau harus dibuang. Kemudian secara fisik keluarkan botol-botol dari rumah atau simpanlah dimana sang anak tidak akan bisa menemukannya. Biarkan dia tahu atau bahkan melihatnya sendiri bahwa botol-botolnya sudah tidak ada agar anak berpartisipasi dalam proses tersebut.
|
4.
|
Berikan dia hadiah, seperti camilan yang dia sukai sebagai reward saat si anak tidak lagi menggunakan botolnya saat minum susu.
|
5.
|
Siapkan secangkir air atau jus ketika si anak ingat dan menginginkan botolnya.
|
6.
|
Bicaralah dengan anak apabila ia ingin sekali botolnya, carilah benda lain yang ia sukai untuk dipegangnya, misalnya, sarankan agar ia memeluk boneka beruang atau mobil-mobilannya setiap kali ia ingat dan sangat menginginkan botolnya.
|
Menyapih anak dari botol memang seringkali terdapat banyak tantangan, membutuhkan trial and error dan bahkan membutuhkan kesabaran. Meskipun begitu, setelah moms memutuskan rencana tersebut dan tetap bersungguh-sungguh, pasti berhasil! Semangat, moms!
FB dan IG : Daily Parenting
Website : www.dailyparenting.net
===================================================================================



0 Komentar