Ilustrasi: www.fajar.co.id

Pastinya sudah nggak asing dengan kata ‘pubertas’ kan, moms? Dailyparenting sudah mengulasnya di postingan sebelumnya. Nah, apa itu Pubertas Prekoks dan Pubertas Terlambat? Ini yang perlu kamu tahu, moms, terutama untuk mengawal putra-putrinya yang sedang berusia remaja dan mengalami masa puber.


Pubertas Prekoks (Precocious Puberity)

Pubertas Prekoks (Precocious Puberity) bisa dikatakan sebagai fenomena pubertas dini dimana tubuh seorang anak berubah seperti seorang dewasa terlalu cepat/ dini. Ketika pubertas dimulai sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan dan sebelum usia 9 tahun pada anak laki-laki, ini bisa dikatakan sebagai pubertas prekoks atau pubertas dini.

Pubertas meliputi pertumbuhan tulang dan otot secara cepat, perubahan bentuk dan ukuran tubuh, dan perkembangan kemampuan tubuh dalam hal reproduksi.
Penyebab pubertas prekoks belum bisa diketahui secara pasti. Seringnya, ini diakibatkan oleh kondisi tertentu seperti adanya infeksi, kelainan hormon, penyakit atau adanya ketidaknormalan pada otak, dll. Penanganan pada kasus pubertas prekoks bisa dilakukan dengan pengobatan pada perkembangan berikutnya.

Ilustrasi: www.paediatricfoam.com


Tanda-tanda atau gejala terjadinya pubertas prekoks meliputi pertumbuhan dibawah ini sebelum usia 8 tahun pada perempuan dan sebelum usia 9 tahun pada laki-laki.


  • Pertumbuhan payudara dan menstruasi pertama pada perempuan
  • Pertumbuhan buah pelir dan penis, kumis dan membesarnya suara pada anak laki-laki
  • Munculnya bulu pubis dan ketiak
  • Laju pertumbuhan atau pacu tumbuh (growth spurt) yang cepat
  • Munculnya jerawat
  • Munculnya bau badan dewasa


Moms,  segeralah konsultasikan dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan atau evaluasi apabila menjumpai kasus seperti ini pada anak anda seperti pada tanda-tanda atau gejala pubertas prekoks.


Pubertas Terlambat (Delayed Puberty)

Ilustrasi: LINE.today

Pubertas Terlambat (Delayed Puberity) diartikan sebagai belum datangnya pubertas pada waktu yang diharapkan. Berbeda dengan pubertas prekoks, pubertas terlambat terjadi apabila tanda-tanda atau gejala puber belum muncul pada anak perempuan di usia 13 tahun atau lebih dan pada anak laki-laki pada usia 14 tahun atau lebih.

Pubertas terlambat seringkali terjadi karena masalah kesehatan atau penyakit kronis, kelainan hormon, terapi radiasi atau kemoterapi, gangguan makan atau olahraga berlebihan, kelainan genetik, tumor, dan infeksi tertentu.

Gejala atau tanda-tanda yang sering muncul biasanya kurangnya perkembangan testis pada laki-laki dan kurangnya pertumbuhan pada payudara dan belum mulainya masa menstruasi pada anak perempuan.

Diagnosis pada gejala ini berdasarkan pada hasil pemeriksaan fisik, bermaca-macam tes laboratorium, hasil rongten tulang, dan jika dibutuhkan termasuks pemeriksaan kromosom dan penggambaran resonansi magnetik.

Penanganan pubertas terlambat bisa berbeda-beda tergantung pada masing-masing penyebabnya, termasuk terapi penggantian hormon. Apabila mengalami kasus seperti ini sebaiknya moms segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan hasil yang akurat dan penanganan yang tepat.

___________

Baca juga: Kapan Anak Dibilang Puber?