![]() |
| Ilustrasi: Shutterstocks |
Saat kamu, terutama pasangan yang baru menikah, berencana memiliki momongan, jangan tergesa-gesa untuk memutuskan siap hamil. Pertimbangkan dulu dari sisi kesehatan dan riwayat kesehatanmu baik sebelum dan ketika kehamilan untuk meningkatkan peluang memiliki bayi yang sehat. Sejumlah wanita hanya memerlukan beberapa bulan untuk persiapan hamil. Tetapi, bagi sejumlah wanita yang lain bisa jadi membutuhkan waktu yang lebih lama. Baik untuk persiapan kehamilan pertama, kedua, atau bahkan keenam, berikut hal-hal penting yang bisa membantu untuk mempersiapkan kemungkinan kehamilan yang sehat.
1. Buatlah Rencana dan Ambil Tindakan
Entah kamu tulis atau tidak, kamu mungkin sudah memikirkan rencana untuk memiliki anak atau bahkan tidak ingin memiliki anak, dan bagaimana cara mewujudkan rencana itu. Misalnya, saat kamu tidak menginginkan untuk memiliki anak, kamu menggunakan metode kontrasepsi yang efektif. Sekarang, ketika kamu sedang menginginkan kehamilan, kamu harus mengambil tindakan untuk mencapai tujuan itu, yakni hamil dan memiliki seorang bayi yang sehat.
2. Konsultasikan dengan Dokter
Sebelum hamil, konsultasikan riwayat kesehatanmu dengan dokter. Doktermu akan mendiskusikan riwayat kesehatanmu dengan kondisi saat ini yang bisa berdampak pada kehamilan. Dia juga akan mendiskusikan riwayat atau masalah kehamilan sebelumnya, obat-obatan yang sedang kamu konsumsi, vaksin yang mungkin kamu perlukan dan langkah-langkah yang bisa kamu lakukan sebelum hamil untuk mencegah kemungkinan cacat lahir.
Jika doktermu tidak membahas tentang itu semua, maka tanyakanlah. Pastikan doktermu membahas tentang:
Kondisi Medis
Jika kamu sedang memiliki suatu penyakit atau masalah dengan kesehatanmu, pastikan penyakit tersebut sedang dalam penanganan atau pemeriksaan. Beberapa masalah sering muncul seperti: penyakit menular seksual atau sexually transmitted diseases (STDs), diabetes, penyakit tiroid eksternal, fenilketonuria (phenylketonuria) eksternal, kejang, tekanan darah tinggi, artritis (arthritis), gangguan pencernaan, dan penyakit kronis.
Gaya Hidup dan Kebiasaan
Ceritakan dengan dokter atau tenaga kesehatan lainnya jika kamu merokok, meminum alkohol, atau bahkan menggunakan narkoba; hidup di lingkungan yang kasar atau penuh tekanan; bekerja atau tinggal di lingkungan yang penuh toksin. Tenaga kesehata (nakes) akan membantumu dengan konseling, pemeriksaan dan layanan pendukung yang lain.
Obat-obatan
Mengonsumsi obat-obatan tertentu selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir yang serius. Hal ini meliputi obat-obatan yang dijual dengan resep maupun yang dijual bebas dan suplemen herbal atau suplemen diet. Jika kamu merencanakan kelahiran, kamu harus mendiskusikan obat-obatan yang dibutuhkan dengan doktermu sebelum hamil dan pastikan kamu mengonsumsinya hanya sebatas yang diperlukan.
Vaksinasi (Suntikan)
Beberapa suntikan atau vaksin direkomendasikan sebelum kamu hamil, selama kamu hamil, atau tepat setelah kamu melahirkan. Dengan vaksinasi yang tepat di waktu yang tepat dapat menjaga kesehatanmu dan menjaga bayimu nanti dari suatu penyakit atau gangguan kesehatan.
3. Konsumi 400 mg Asam Folat
Asam folat merupakan vitamin B. Jika seorang wanita memiliki asam folat yang cukup pada tubuhnya minimal 1 bulan sebelum dan selama kehamilan, maka akan sangat bagus untuk mencegah cacat lahir utama pada otak dan tulang belakang bayi.
4. Berhenti Mengonsumsi Alkohol, Merokok, dan Menggunakan Narkoba

Ilustrasi: www.fadlijauhari.wordpress.com

Merokok, minum minuman beralkohol, dan menggunakan narkoba atau obat-obatan terlarang bisa menyebabkan banyak gangguan selamma kehamilan baik untuk ibu hamil maupun bayinya, seperti bayi lahir prematur, cacat lahir, bahkan kematian bayi. Jika kamu sedang berusaha hamil dan tidak bisa berhenti minum minuman beralkohol, merokok, atau menggunakan narkoba, segeralah mencari bantuan. Hubungi dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.
5. Hindari Zat Beracun dan Kontaminan Lingkungan
Hindari zat beracun dan barang-barang atau kontaminan yang membahayakan lingkungan di rumah atau tempat kerja, seperti bahan-bahan kimia sintesis, logam, pupuk, penyemprot serangga, dan kotoran tikus atau kucing. Zat-zat tersebut dapat merusak sistem reproduksi baik pria maupun wanita yang membuatnya sulit untuk hamil. Bahkan, terkena sedikit saja paparan zat-zat tersebut selama hamil, pada bayi, anak-anak maupun dewasa bisa menimbulkan penyakit. Oleh karena itu, pelajari bagaimana melindungi dirimu dan keluargamu dari zat-zat beracun baik di rumah maupun di tempat kerja.
6. Capai dan Pertahankan Berat Badan yang Ideal
Orang-orang yang obesitas memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap masalah yang serius, termasuk komplikasi selama kehamilan, penyakit liver, diabetes tipe 2, dan kanker tertentu (endometrium, payudara, dan usus besar). Namun, orang-orang dengan berat badan kurang juga beresiko terhadap masalah kesehatan. Kunci untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang ideal bukanlah dengan diet dalam waktu singkat, melainkan tentang pola hidup yang meliputi makanan sehat dan aktifitas fisik rutin. Apabila berat badanmu kurang atau obesitas, diskusikan dengan dokter tentang cara-cara untuk mencapai dan mempertahankan berat badan ideal sebelum hamil.
7. Carilah Pertolongan Ketika Mengalami Kekerasan
Kekerasan bisa menyebabkan cedera bahkan kematian pada wanita dalam hidupnya, termasuk selama kehamilan. Jumlah kematian akibat kekerasan yang dialami wanita baru sebagian yang terkuak. Banyak korban kekerasan yang hidup dengan bekas luka fisik dan emosional seumur hidup. Jika kamu atau orang-orang yang kamu cintai mengalami kasus kekerasan, segeralah cari pertolongan. Kekerasan dapat merusak hubungan dan keluarga.
8. Pelajari Riwayat Keluargamu
Mengumpulkan riwayat kesehatan keluarga sangat penting bagi kesehatan anakmu. Kamu mungkin tidak menyangka bahwa penyakit jantung pada saudara perempuanmu bisa berimbas pada anakmu. Oleh karena itu, penting untuk menceritakan informasi tentang riwayat kesehatan keluargamu dengan dokter. Berdasarkan riwayat keluargamu, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan konseling genetik. Alasan orang-orang yang melakukan konseling itu karena telah mengalami beberapa kali keguguran, kematian bayi ataumengalami kehamilan yang bermasalah, atau kondisi genetik atau cacat lahir pada kehamilan sebelumnya.
9. Sehat secara Mental
Kesehatan secara mental adalah tentang bagaimana kita berpikir, merasakan dan bertindak sebagaimana yang kita hadapi dalam hidup. Jadilah yang terbaik. Kamu perlu merasakan yang baik tentang hidupmu dan nilailah dirimu. Setiap orang terkadang merasa cemas, gelisah,sedih, atau stress. Meskipun begitu, perasaan tersebut tidaklah pergi dengan sendirinya, tetapi mengganggu kehidupanmu. Oleh karena itu, carilah pertoloingan. Ceritakan dengan doktermu atau tenaga kesehatan lain tentang perasaanmu dan opsion pemeriksaan.
10. Milikilah Kehamilan yang Sehat
Sekali waktu, saat kamu periksa ternyata kamu hamil, pastikan jaga semua kebiasaan sehatmu yang baru dan temui doktermu secara teratur selama kehamilan untuk mendapatkan perawatan prenatal.
---
Referensi
1. NIH, NHLBI Obesity Education Initiative. Clinical Guidelines on the Identification, Evaluation, and Treatment of Overweight and Obesity in Adults. Available online:
http://www.nhlbi.nih.gov/guidelines/obesity/ob_gdlns.pdfCdc-pdfExternal (PDF-1.25Mb)
http://www.nhlbi.nih.gov/guidelines/obesity/ob_gdlns.pdfCdc-pdfExternal (PDF-1.25Mb)
2. Moos, Merry-K, et al. Healthier women, healthier reproductive outcomes: recommendations for the routine care of all women of reproductive age. AJOG Volume 199, Issue 6, Supplement B , Pages S280-S289, December 2008.


0 Komentar